Seorang pria tua yang merupakan pedagang ikan membuka toko lalu
memasang sebuah papan agar penjualannya meningkat. Papan itu bertuliskan
Di Sini Dijual Ikan Segar. Dengan pemasangan papan itu, lebih banyak
orang yang membeli ikan di toko pria tua tersebut. Cara berdagang yang
menguntungkan.
Setelah beberapa jam, seorang pembeli menanyakan,
"Kenapa kau tulis Di sini dijual ikan segar? Bukannya semua orang tahu
kalau kau memang berjualan di sini, bukan di sana," lalu pedagang tua
itu berpikir, benar juga, dan akhirnya dia menghapus kata di sini,
sehingga tulisan pada papan hanya Dijual Ikan Segar.
Beberapa
waktu kemudian, datang seorang pelanggan yang menanyakan, "Kenapa kau
tulis dijual ikan segar? Tentu saja yang kau jual ikan segar, bukan ikan
busuk," kemudian sang pedagang berpikir ada benarnya juga, lalu tulisan
pada papan dihapus menjadi Dijual Ikan.
Datang lagi pembeli
yang menanyakan, "Kenapa ditulis dijual ikan? Kau tidak sedang
membagi-bagikan ikan ini dengan cuma-cuma kan?" pedagang setuju dengan
ide itu, lalu mengganti tulisan menjadi Ikan saja.
Lalu datang
pembeli lain yang tertawa membaca tulisan pada papan, "Kau ini ada-ada
saja pak tua, tentu saja yang kau jual ikan, bukan daging ayam, apa kau
kira pembelimu bodoh?" Akhirnya penjual ikan itu melepas papan
jualannya.
Tetapi apa yang terjadi, orang yang membeli
ikan-ikannya menurun dibandingkan saat dia memajang papan bertuliskan Di
Sini Dijual Ikan Segar.
Sahabat, tak semua ide orang lain
harus Anda jalankan untuk menyenangkan hati mereka. Jika saran yang
diberikan dirasa tidak mengembangkan kemampuan Anda, Anda berhak untuk
menolak ide tersebut. Hidup Anda adalah keputusan Anda, dan menolak ide
dari orang lain merupakan hak yang juga milik Anda.